Satu Untuk Semua

Setelah berjalan-jalan melihat Situs WebBlog Punguan Hutauruk & Boru-Bere Jabodetabek di dondaujunghutauruk.wordpress.com, ada terlihat satu posting tentang donatur Pesta Bona Taon 2011. Lalu kita melihat juga satu lagi postingan tentang Kolektif Dana dari anggota Punguan. Kalau kita jeli melihatnya bahwa ada yang menarik untuk menjadi bahan renungan. 

Dua postingan ini menceritakan tentang dana. Satu postingan menceritakan tentang Iyuran Tahunan Anggota (ITA) yang terkumpul dari Anggota Punguan termasuk sumbangannya, diklasifikasikan sebagai Sumbangan Anggota. Satu postingan lainnya juga menceritakan tentang donasi yang juga sebagai Anggota Punguan yang memberikan ITA tetapi partisipasi lainnya terhadap punguan secara alami terkelompok sebagai Donatur. 

Kedua kelompok penyumbang dana ini sama-sama mempunyai hak yang sama di Punguan dalam arti perlakuan Punguan terhadap kedua kelompok ini tidak dibedakan dalam hal apabila Punguan harus melaksanakan fungsi sosialnya. Yang berbeda adalah bentuk partisipasinya terhadap Punguan. 

Setiap manusia dikenal memiliki derajat yang sama dihadapan Tuhan, dan prinsip-prinsip kenegaraan juga memiliki faham yang disebut Demokrasi yang menempatkan semua warga berkedudukan sama dihadapan hukum-hukum negara. Nilai-nilai kesetaraan ini terkadang sulit difahami secara awam apabila sudut pandangnya ditarik dari ukuran-ukuran perbedaan. Maka seringlah terjadi pemahaman yang salah menjadikan sebuah perbedaan sebagai pemisah hubungan yang satu dengan yang lain, padahal nilai kesetaraan derajat yang disebutkan itu adalah wujud dari kebersamaan dalam ssebuah tatanan sosial bermasyarakat. Maka apabila ada pengelompokan lantas jangan ditarik menjadi suatu nilai perbedaan melainkan sebuah dinamika kesetaraan

Apabila kita memaparkan hal yang menarik yang disebutkan antara dua pengelompokan di atas dalam bentuk angka, semisal angka 14.925.000 dan 15.000.000, maka yang menarik itu semakin jelas terlihat. Katakan angka 14.925.000 adalah sebagai rupiah yang disumbangkan mewakili semua anggota dalam komunitas Hutauruk di Punguan (± 1.400 KK), dan angka 15.000.000 adalah sebagai rupiah yang disumbangkan oleh seorang insan yang juga sebagai salah satu anggota dalam komunitas yang sama. Maka ada nilai kesetaraan dalam angka-angka itu, sebutsaja 14.925.000 ≈ 15.000.000.  Bila asumsi ini diberlakukan maka boleh juga diasumsikan 1.400 KK ≈ 1 KK. 

Asumsi yang disebutkan diatas dapat dikatakan sebagai sebuah persamaan bilangan dalam ilmu matematika, atau secara matematis disebut sebagai bentuk persamaan. Itu berlaku apabila kita melihatnya dari sudut pandang ilmu matematika. Bagaimana pula bila kita melihatnya dari sudut pandang ilmu sosial? Persamaan yang dimaksudkan dalam ilmu matematika tadi kita sebutlah itu sebagai kesetaraan, artinya 1 KK setara kedudukannya dalam satu komunitas yang berjumlah 1.400 KK. 

Lalu apa yang mau disampaikan dalam artikel ini tentang topik bahasannya? Ada ! yaitu bahwa ada insan-insan (individu-individu) di dalam komunitas Hutauruk di Punguan Hutauruk & Boru-Bere Jabodetabek yang kedudukannya setara satu sama lainnya di komunitas Hutauruk, tetapi memiliki potensi yang  1.400 kali lipat. Wah…. Sungguh luuuarrrrr biasa ! Kita hanya membayangkan apabila potensi ini terdapat sejumlah 10% saja dari jumlah komunitas Hutauruk di Jabodetabek, maka ada sekitar 140 individu yang memiliki potensi setara dengan 1.400 KK. Bila kita konversikan 1 potensi individu ini dengan nilai rupiah 15.000.000 maka 140 potensi individu akan bernilai rupiah 2.100.000.000 (Dua Miliar Seratus Juta RUPIAH). Ruuuarrrrr biasa….! 

Apa yang mampu diperbuat dengan Rp 2.100.000.000 oleh Punguan Hutauruk & Boru-Bere Jabodetabek? Gedung Sekretariat Hutauruk yang diwacanakan pada Pesta Bonataon 2011 yang barusaja dirayakan kemarin Minggu, 9 januari 2011, besok sudah bisa berdiri. 

Oleh karena itu, istilah satu untuk semua, seperti pada judul dan telah dipraktekkan oleh beberapa insan di komunitas Hutauruk, bila kita modifikasi menjadi 140 untuk semua, maka jadilah komunitas Hutauruk Jabodetabek sebagai Marga Sakti di komunitas Batak. Mungkin bolehlah kita cari seorang diantaranya yang pantas menjadi Anak Sibulangbulangan. Bravo Hutauruk !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: