Profil Populer : Tri Oktofriandry Hutauruk

Tri Oktofriandry Hutauruk

CURRICULUM VITAE

Biodata
Full Name : Tri Oktofriandry Hutauruk
Popular Name : Tri Andry ( 3 = n-Ry )
Birth Place/ Date : Sintang, Oktober 23, 1990
Gender : Male
Religion : Christian
Address : Jalan Sandang D 3, Kemanggisan, Jakarta Barat 11480
E-mail : tri.andry@yahoo.com

 Hobby
Singing, writing, reading, watching, and browsing.

Educational Background
– Bina Nusantara University Jakarta Majoring Marketing Communication (2008 – present)
– SMU Panca Setya Sintang, Kalimantan Barat (2005 -2008)
– SLTP Panca Setya II Sintang, Kalimantan Barat (2002 – 2005)
– SDS Panca Setya II Sintang, Kalimantan Barat (1996 – 2002)
– TK Santa Maria (1994 – 1996)

 Achievements
– 2nd Winner in “Cerdas Cermat Matematika Tingkat SD” (2002)
– 2nd Winner in “Olimpiade Fisika SMP Tingkat Kabupaten” ( 2004)
– Top 10 Finalist of Writing Competition in Christian Indonesian Blogger Festival 2009
– Top 35 The Most Favorite Blog in Christian Indonesian Blogger Festival 2009
– One of the Winners in Live Borderless Speak Up Challenge 2009
– Outstanding Student Even Semester 2008/ 2009

 Organizational Experiences
– The Vice Leader of OSIS SLTP Panca Setya II Sintang (2003–2004)
– Active Member of Marketing Support Division Bina Nusantara English Club/ BNEC (2008-2009)
– Staff of Debate Division in 5th Nationwide English Olympics 2009
– Staff of Property Division in BNEC Outing Program 2009
– Board of Management of BNEC ( Bina Nusantara English Club ) 17 Presidency, 2009-2010, as a staff of BNECers Management
– Staff of Publication and Documentation Division in BNEC Welcome Party 2009
– Staff of Property in BNEC Cadre Forming 2009
– Supportive Director of 6th Nationwide English Olympics 2010
– PIC of BNEC Goes to Kick Andy, Dahsyat, and Tukul Ways (2009)
– Script Writer in “Reflection” BiNus TV

Course/ Training/ Seminar
– Macro Computer Course
– Cadre Forming Bina Nusantara English Club 2008
– Seminar “Rating Produksi Siaran Televisi, Jaminan Mutukah?”
– Seminar “BEC Talkshow: Create Your Opportunity with Innovative Idea Through Event Organizer”
– Seminar “ Blogging With Purpose”
– Seminar ” Aku Ga Mau Nyesal”

Language Proficiency
Indonesian : Excellent
English : Good

Diposkan oleh 3 = n-Ry Original Blog di 00.17

Alamat lainnya:

Tri Andry
Pemuda yang bernama asli Tri Oktofriandry Hutauruk ini lahir di Sintang, 23 Oktober 1990. Saat ini, dia berkuliah di BiNus University jurusan Marketing Communication. Mulai menyukai dan aktif menulis sejak di bangku SMA dan cerpennya “Pejuang Jalanan” pernah masuk 10 finalis Writing Competition di Christian Indonesian Blogger Festival 2009. Sekarang dia aktif sebagai penulis naskah untuk program Reflection di http://www.binus.tv/ Kunjungi blognya di http://n-ry.blogspot.com/ Facebook di http://www.facebook.com/tri.oktofriandry Twitter http://twitter.com/TriAndry Terima kasih. Tuhan memberk…
Demikianlah kalimat pembuka yang dituliskan di KOMPASIANA pada 26 Juli 2010, tentang seorang generasi muda Hutauruk yang pernah menjadi 10 finalis Writing Competition di Christian Indonesian Blogger Festival 2009.
Setelah kita melihat blog-nya, kita dapat langsung menilai kemampuannya yang sudah matang dibidang karya tulis, dan layaklah KOMPASIANA memunculkan karya tulisnya yang berjudul “Pejuang Jalanan” memang pantas mendapat acungan jempol.
Pada kesempatan ini DONDA UJUNG – HUTAURUK merasa bangga untuk menampilkan Tri OktoFriandry Hutauruk sebagai Profil Populer. Kita boleh berbangga kepada seorang generasi muda Hutauruk yang mampu keluar dari ketidakpastian harapan seorang remaja, dan stick to focus on the track of his future aim.
Berikut ini, dua karyanya yang menurut admin merupakan karya tulis yang bermakna mendalam untuk direnungkan; “PEJUANG JALANAN”, sebuah Cerpen yang diikutsertakan di Writing Competition CIBFest 2009 dan masuk menjadi 10 besar finalis, dan sebuah puisi yang dipetik dari blog-nya berjudul “Dulu, Sekarang, dan Selamanya”:
CERPEN:

PEJUANG JALANAN; Oleh: Tri Oktofriandry Hutauruk

Ayahku Soetomo Ali. Apakah kalian pernah mendengar nama itu? Apakah kalian mengenalnya? Aku yakin tidak. Ayahku bukan siapa-siapa. Ia orang biasa. Apalagi sekarang ia sudah tiada. Siapa yang bakal mengenalinya, apalagi mengenangnya.

Aku sendiri tak banyak tahu tentang Ayahku. Kehidupan yang sangat keras, membuatku tak sempat lagi memikirkan tentangnya. Memikirkan perut jauh lebih penting. Kalau tidak, aku bisa mati kelaparan.

Hanya sedikit yang ku tahu tentang Ayahku. Ia adalah seorang pejuang. Ia seorang yang juga mengambil bagian saat Indonesia merebut kemerdekaan. Tapi, ya lupakanlah. Ayahku juga tak dianggap. Ia merendahkan diri. Ia tak pernah menganggap pengorbanannya adalah hal yang luar biasa. Waktu G3OSPKI, ia hilang tanpa jejak. Padahal ia bukan seorang PKI, tapi dituduh seperti itu. Ibuku juga menghilang entah ke mana setelah hal itu terjadi pada Ayah.

Aku tak tahu nasib mereka. Aku juga tak mengerti akan hal itu. Sulit bagiku, seorang yang tak pernah tamat sekolah untuk mencerna cerita itu. Aku mendengar semua itu dari Bibi Ina, yang membesarkanku. Tapi akhirnya ia meninggal ketika ku kecil dan hidupku menjadi tak berarah.

Jalanan macet Ibukota sudah menjadi pemandangan wajib hari-hariku. Panas dan hujan adalah teman baikku. Kucel, hitam, bau, adalah diriku. Pakaianku kusam. Keringatan. Kalian sebaiknya menjauhiku, kecuali kalian mengasihiku, lebih tepatnya mangasihaniku.

Hidupku tak menetap. Pekerjaan tak menentu. Setiap hari kalian bisa menemuiku di pinggiran jalan yang berdebu, di tengah jalan ketika lampu merah, di dalam bis yang sumpek, ya di sepanjang jalan yang penuh keramaian. Aku mengembara di manapun tempat yang ada tanda-tanda sesuap nasi.

Itulah hari-hariku. Dulu. Itu masa laluku. Sekarang aku punya masa depan.

Sekarang hidupku sudah berubah. Aku sudah menjadi aku yang baru. Aku yang berbeda. Yang masih sama adalah aku masih sering kembali ke jalanan, tapi bukan sebagai anak jalanan, melainkan aku punya visi dan misi untuk anak jalanan. Harapan dan mimpi buat mereka. Aku sedang memperjuangkan itu.

Balik lagi ke masa lalu. Itulah yang sering aku lakukan. Aku bukan sedang menyesali nasib dan meratapi yang sudah terjadi. Aku cuma sedang menceritakan siapakah aku, apakah yang sudah terjadi di hidupku, bagaimana aku melewatinya, dan bagaimana aku yang sekarang?

Sebenarnya, masa laluku begitu menyedihkan dan sangat menyakitkan untuk diingat kembali. Tapi, itu yang sering aku lakukan kepada orang-orang yang kutemui. Aku menceritakan semua masa laluku, sehitam apapun itu aku tak malu lagi mengatakannya. Aku ingin menjadi saksi. Saksi Kristus.

Hal ini sudah aku lakukan kira-kira lima tahun belakangan ini. Aku ingin membebaskan anak-anak jalanan. Aku tak sendiri. Aku bergabung dengan tim gerejaku untuk melayani anak-anak jalanan di Jakarta.

***

“ Hasan, kamu sangat luar biasa. “

Kata-kata itu terus mengiang di telingaku. Aku selalu mengingatnya ketika semangatku mulai hilang. Itu adalah kata-kata pembinaku, Candra. Dialah yang menjangkauku dan membawaku hingga aku seperti yang sekarang ini.

“ Ya, aku pasti bisa. “ Aku memotivasi diriku sendiri.“ Amin.“

Dulu, aku adalah orang yang tak berpengharapan. Hidupku begitu saja setiap hari. Tak ada kemajuan. Bahkan mungkin yang ada adalah kemunduran. Masa laluku kelam. Siapa yang tak mengenalku di jalanan. Aku terkenal dan disegani.

Sejak kecil, sejak aku seharusnya berada dalam lindungan orang tua, masa di mana seharusnya aku sekolah dan bermain tertawa dengan anak seumurku, malah terjadi sebaliknya. Aku tak tahu siapa orang tuaku. Aku cuma tahu nama mereka. Aku tak mengenal Ibuku. Siapa Ayahku? Hidupku di jalanan. Aku anak jalanan. Tak ada masa depan.

Aku tumbuh dengan kerasnya jalanan. Aku pernah mengemis. Aku pernah mengamen. Aku pernah mencuri. Bahkan membunuh. Hidupku tak ada yang benar. Semuanya buruk. Aku pernah hampir bunuh diri. Aku adalah orang yang lemah, walaupun teman-temanku mengenalku sebagai sosok yang keras dan beringas.

Hampir setiap hari, yang namanya pertengkaran dalam hidupku adalah hal yang biasa. Aku sering berkelahi. Suka membuat onar. Aku adalah orang yang menyebalkan. Hingga suatu hari, aku jenuh dengan semua ini. Aku lari dan menghilang dari dunia jalanan. Aku pergi ke tempat yang jauh dari duniaku berada. Aku menjadi seorang kuli bangunan. Aku menghilang dari kehidupanku yang biasa.

Hingga suatu hari, aku dipertemukan dengan Candra. Rumah yang sedang aku kerjakan adalah rumahnya. Waktu itu, aku masih sebatas kuli di rumahnya. Aku dan teman-temanku membangun rumahnya hingga jadi. Rumahnya bagus dan lumayan besar.

Selesai pembangunan rumah itu, aku ditawarkan pekerjaan baru untuk pembangunan gereja. Saat itu, gereja tempat Candra beribadah ingin diperluas. Dan sekarang, aku juga bergereja di sana. Benar-benar ajaib kuasa-Nya.

Cerita yang begitu panjang. Saat itu ketika gereja itu selesai diperluas, entah mengapa aku jadi ingin sekali masuk dan beribadah di sana. Setiap minggu, aku sesekali mondir-mandir di sekitar gereja dan memperhatikan orang-orang yang datang.

Dan hingga suatu hari, Candra mendapatiku. Ternyata ia sangat ramah dan menyapaku. “ Hasan?“

“ Pak Candra.“ Sahutku dengan sedikit gugup.

“ Apa kabar? Sedang apa kamu di sini?“

“ Baik, Pak. Ee…nggak ngapa-ngapain Pak. Cuma lewat aja.“

“ Jangan bohong. Saya hampir setiap minggu melihatmu di sini, San?“ Tiba-tiba Bu Eni, istri Candra menyambung pembicaraan dan langsung membuatku panik.

Aku terdiam. Tak tahu mau bicara apa. Aku menatap bayi laki-laki mungil yang digendong istrinya. Bayi itu begitu lucu. Dan aku tak berani menatap Candra dan istrinya.

“ Hasan…“ Suara Candra akhirnya membuatku berani jujur.

“ Ee…Sebenarnya, saya mau sekali masuk ke gereja. Apa boleh Pak, Bu?“ Aku berbicara dengan menatap ke bawah.

“ Kamu serius, San?“ Tanya Candra kaget.

“ Iya, Pak.“

“ Puji Tuhan. Tentu saja. Gereja terbuka buat siapa aja, termasuk kamu. Jangan segan begitu.“

“ Ma kasih, Pak.“

“ Tak perlu berterimakasih. Keselamatan itu buat siapa aja. Yesus sudah menunggumu. Mari kita masuk. Sebentar lagi ibadah akan di mulai.“

“ Ayo, San.“ Bu Eni memanggilku ketika ku sedang bengong atas apa yang baru saja terjadi.

“ I..ya, Bu.“ Kami akhirnya masuk ke gereja bersama. Hatiku deg-degan. Ini pertama kalinya aku beribadah. Benar-benar kuasa Tuhan yang bekerja.

Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Aku aktif sekali beribadah. Rajin datang ke gereja. Hidupku benar-benar di jamah. Aku dipulihkan dan diubahkan menjadi Hasan yang baru. Hingga suatu hari, ketika aku sudah banyak di bina, berdoa, dan membaca Firman Tuhan, aku memutuskan mengambil pelayanan. Dan saat itu, aku memutuskan untuk melayani anak-anak jalanan. Sungguh luar biasa rencana Tuhan dalam hidupku.

Aku merasakan kasih karunia Tuhan dalam hidupku. Aku yang seorang anak jalanan yang penuh dengan dosa, bisa memiliki hidup yang berbeda. Aku rindu melihat anak-anak jalanan yang lain bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang.

Setiap aku merenung akan kehidupanku, air mata ini tak bisa ku tahan. Aku yang dulunya seorang anak jalanan, aku yang dulunya mengemis, mengamen, bahkan menjarah dan membunuh orang yang tak bersalah ketika peristiwa Mei 1998, orang yang hampir putus asa dan bunuh diri, kini akhirnya datang kembali ke jalanan dengan membawa impian untuk melayani anak-anak jalanan agar mereka bisa memperoleh hidup yang lebih layak.

Hingga tahun kelima pelayanan kami, sudah seratusan lebih anak yang menjadi anak asuh kami. Mereka bisa bersekolah dan mendapat tempat tinggal yang lebih layak. Dana terus Tuhan berkati, selalu mengalir. Cuma pekerja masih kurang. Semoga banyak yang tergerak untuk melayani bersama kami.

***

Rencana Tuhan memang indah. Selama lima tahun pelayananku, selama itu juga Tuhan mempertemukanku dengan Citra, seorang gadis cantik yang juga melayani bersamaku di pelayanan anak jalanan. Dan akhirnya, Tuhan mengizinkan cinta tumbuh diantara kita.

Waktu pun berlalu. Kami kini sudah menikah dan aku menatap gadis mungil di antara kita. Ya, dia anakku. Aku sudah menjadi Ayah. Luar biasa. Aku memiliki istri yang bisa menerimaku apa-adanya. Ia tak mempedulikan masa laluku. Terima kasih Tuhan.
Tuhan berkati anakku agar ia tak mengalami hal buruk seperti yang pernah kualami. Jadikanku dan ajarkanku menjadi seorang Bapa bagi anakku.

“ Tuhan Yesus sangat luar biasa dalam hidupku. Beginilah masa laluku dan kini aku sudah menjadi manusia baru. Haleluya. Serahkan hidupmu sama Tuhan. Tuhan bisa mengubahkan hidup setiap kita. Amin.“ Demikianlah kata-kata yang sering aku ucapan setiap mengakhiri kesaksian. Aku menceritakan semua kehidupanku yang sudah Tuhan jamah. Semoga nama Tuhan semakin ditinggikan.

***

Aku, Hasan. Mantan anak jalanan yang kini rindu untuk menyelamatkan anak-anak jalanan. Biarkan aku menghabiskan umurku untuk melayani mereka. Aku ingin memperjuangkan hidup mereka. Aku ingin menjadi seorang pejuang jalanan.
* Cerpen ini diikutsertakan di Writing Competition CIBFest 2009 dan masuk menjadi 10 besar finalis *


PUISI:
Dulu, Sekarang, dan Selamanya
Oleh: Tri Oktofriandry Hutauruk (3 = n-Ry), Sabtu 26 Juni 2010.

Dulu,
Aku tidak tahu siapa Tuhan
Aku belum mengenal Juruselamat
Hidupku tidak hidup, mati
Tak bernyawa walau bernafas

Waktu itu,
Aku bahkan membenci diriku
Dunia menganggapku sampah
Aku dibuang, tidak berguna
Terabaikan, tiada yang peduli

Sekarang,
Layaknya uang, aku berharga
Walaupun ronyok, uang tetaplah uang
Dan aku adalah aku
Manusia yang Tuhan kasihi apa adanya

Saat ini,
Aku bersyukur bisa berjumpa dengan-Nya
Aku anak-Nya dan Dia Bapaku
Firman Tuhan adalah dasar hidupku
Doa adalah nafas rohaniku

Selamanya,
Hidupku tak ‘kan sama lagi
Kasih karunia-Nya melayakkanku
Masa depanku sungguh ada
Karena Dia, Gembala yang memeliharaku

Dari dulu, sekarang, dan selamanya
Kasih-Nya tak pernah berubah, selalu sama
Dia tetap setia, walau aku tidak setia
Terima kasih Tuhan Yesusku

Sumber:

  1. Kompasiana
  2. Xpressio’n-Ry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: