PROFIL POPULER: Ir. Aurora F.R. Tambunan M.Si

 
 

Ir. Aurora FP Tambunan MSi.

Ir. Aurora F.R. Tambunan, M.Si panggilan singkatnya “Lola” saat ini menjabat sebagai Deputi Gubenur Bidang Budaya dan Pariwisata DKI Jakarta. Sebagai Deputi Gubenur. Ir. Saut M.P. Hutauruk yang menyunting Lola adalah Kepala Otorita Asahan Deperindag. Mereka dikaruniai anak bernama Tona, Kamala dan Jepta. Ir. Aurora F.R. Tambunan, M.Si, adalah symbol keteladanan wanita karir sejati yang sukses meniti karir dan rumah tangga. Artikel ini dipetik dari Profil Tokoh Media Online Pemprov DKI Jakarta

Dilahirkan di Jakarta, 50 tahunan lalu, wanita ayu nan anggun ini menghabiskan masa kecil dan remaja di berbagai kota dan negara. Itu tak lain karena tugas pendidikan ayahnya kerap berpindah-pindah. Dari satu kota ke kota lainnya, bahkan hingga ke Negeri Paman Sam, New York. Briliant, penampilan menarik, integritas tinggi, lugas, tegas, humanis dan elegan adalah rentetan kata yang menjadi pijakannya dalam berpikir dan bertindak. 

Anak sulung dari dua bersaudara pasangan BKJ Tambunan dan VAB Mangunsong ini, menamatkan pendidikan dasar di Bandung pada 1964. Saat kelas satu dan dua, wanita yang dari kecil manja sama ayahnya ini sempat mencicipi pendidikan dasar di Ithaca, New York, Amerika Serikat. Ir. Aurora F.R. Tambunan, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata Propinsi DKI Jakarta. 

Tidak berapa lama, keluarganya kembali boyong (pulang-red) ke Bandung. Masa pendidikan dasarnya kemudian diteruskan di kota kembang itu. Mula-mula ia agak keteteran mengikuti pelajaran yang semuanya menggunakan bahasa Indonesia. Sementara, ia terbiasa mendalami pelajaran-pelajaran dengan percakapan bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa Indonesianya waktu itu berantakan sehingga minder (malu-red) jika berhadapan dengan guru dan teman-temannya. 

Kemahiran berbahasa Inggris didapatnya dari kebiasaan keluarganya yang menerapkan kewajiban menggunakan bahasa Internasional itu dalam percakapan sehari-hari. Terang saja, sepulangnya dari Amrik itu, wanita yang juga gemar lagu-lagu Padi dan Jamrud ini sampai lupa berbahasa Indonesia. Lidahnya terasa susah, keseleo jika mau bercakap memakai bahasa Indonesia. Kendati orang tuanya terus menyarankan agar dirinya menggunakan bahasa Inggris, lambat laun ia pun mulai menanggalkan kebiasaan baik itu.

Tapi ia bukan malah lantas melupakan kebiasaan berbahasa Inggris itu semuanya. Kemahirannya terus diasah dengan terus belajar kembali berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak sia-sia, semuanya bisa dilalui dengan baik, bahkan prestasinya di sekolah pelan-pelan kian meningkat, lalu kerap menyabet juara kelas. Nilai bahasa Inggrisnya pun tidak tanggung-tanggung. Jika tidak sembilan, pasti sepuluh. Prestasi ini terus dipertahankannya hingga lulus SMP tahun 1967 dan SMA pada 1970 di kota Bandung. Kebisaan berbahasa Inggris yang diperoleh sedari kecil itu dijadikannya sebagai pengalaman yang sangat berharga dan mengesankan hingga sekarang. Penikmat berat cokelat ini baru merasakan kemanfaatan yang luar biasa dalam mengarungi kehidupan sekarang yang serba kompetitif ini. 

Tak sampai di situ, wanita yang gemar bersalsa ria ini kemudian melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Di kampus yang dikenal sebagai pusat sains itu, ia memilih Fakultas Ilmu Planologi. Selain cerdas, dia terbilang mahasiswa yang aktif berorganisasi. Di sana, wanita dengan ciri khas selalu tersenyum ini aktif dalam Dewan Mahasiswa (Dema). Ia termasuk sosok wanita yang pandai bergaul, banyak mahasiswa menjadi temannya. Kendati aktif di dunia organisasi kemahasiswaan, studinya tidak pernah dilupakan, terus berjalan mulus. Buku-buku pengetahuan selalu menjadi santapan sehari-harinya. “Ya maklum, anak-anak ITB itu kan terkenal dengan kacamata tebel dan kutu bukunya,” kata wanita yang suka warna dasar hitam-putih ini. 

Selang sepuluh hari lulus, ia kemudian mengarungi bahtera mahligai rumah tangga. Ia dinikahi kakak kelas yang telah memacarinya selama enam tahun di bangku kuliah, Ir. Saut M.P. Hutauruk yang sekarang menjabat Kepala Otorita Asahan Deperindag. Ini juga bukti keteladanannya di kampus. Sibuk kuliah, tapi tidak melupakan romantisme masa-masa pacaran. 

Mendampingi suaminya yang bekerja di Jakarta, ia pun lantas ikut hijrah ke Ibukota. Masa-masa honey moon (bulan madu-red) dilaluinya penuh dengan kebahagiaan. Tahun 1978, dia sempat terbaring di rumah sakit gara-gara penyakit kanker. Berkat ketabahan dan keikhlasan sang suami, wanita yang doyan berat cokelat ini lepas dari lubang jarum kematian. Suka-duka mengarungi mahligai bahtera rumah tangga bareng-bareng dinikmati dengan rasa syukur pasangan suami-istri ini. 

Dinas Tata Kota Pemda DKI Jakarta menjadi awal kiprahnya di pemerintahan pada 1978. Serba ulet dan terus konsen di jalurnya. Kepala Subbag Permukiman Biro Kependudukan dan Lingkungan Hidup (BKLH)-sekarang BPLHD-dipercayakan kepada wanita berdarah Batak tapi doyan lalapan khas sunda ini. Kepala Seksi Sumber Alam dan Lingkungan Hidup Bappeda Pemprop DKI Jakarta juga pernah dijabatnya. 

Sembari meniti karir, keinginannya meneguk ilmu tak berhenti. Lola melanjutkan studi S2-nya di UI. Di kampus reformis itu, Lola berhasil menyelesaikan Tesis Ilmu Lingkungannya dengan gemilang. 

Setelah berhasil menggondol gelar sarjana S2, karirnya terus menanjak. Bappekodya Jakarta Pusat, Kepala Biro Kerjasama Antar Kota dan Daerah (Kakda), dan Wakil Kepala Bappeda juga pernah dijabatnya. 

Lewat sebuah perjalanan yang sangat panjang, Lola akhirnya dipercayakan sebagai Kepala Dinas Pariwisata untuk Periode 2002-2007. Semuanya diraih dengan jerih payah dan cucuran keringat sendiri. 

Jabatan sebagai Kepala Dinas Pariwisata, menurutnya amanat yang cukup berat. Diperlukan konsep dan strategi jitu guna terus mengembangkan dunia kepariwisataan Jakarta. 

Dalam pandangan wanita yang jika makan tidak ketinggalan dengan krupuk ini, pariwisata di Jakarta merupakan denyut nadi kehidupan masyarakat Ibukota. Untuk terus memompa dan mengembangkannya, diperlukan suatu konsep kemasan yang bagus. Kemasan yang jujur, tapi jujur yang dikemas. 

Untuk terus membangkitkan sektor pariwisata Jakarta, jelas Lola diperlukan strategi dan kejelian membaca situasi dan kondisi yang sedang berkembang. Karena jika hal itu tidak diperhatikan, tidak akan memperoleh hasil maksimal atau malah bahkan dapat mengakibatkan dampak negatif bagi pengembangan pariwisata selanjutnya.

Mensosialisakan dan mempromosikan semua sektor andalan pariwisata dengan mengedepankan konsep kejujuran. Realita situasi dan kondisi harus benar-benar yang sejujurnya, namun dengan kemasan yang membikin para wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) tertarik untuk menikmati panorama dunia keparawisataan di Jakarta. 

Wanita yang senang aerobic ini menuturkan, saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya terus mempromosikan pariwisata Jakarta, baik di dalam negeri hingga ke dunia internasional. Dalam pameran di Dubai yang berlangsung pada 6 sampai 9 Mei 2002, pariwisata yang ditawarkan sejalan dengan kebiasaan orang-orang timur tengah itu menikmati wisata. 

“Kita harus benar-benar jeli membaca dan melihat situasi dan kondisi kebiasaan suatu masyarakat negara itu. Begitu pun berlaku untuk semua negara yang kita jadikan sebagai ajang promosi,” ujar alumnus Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) tahun 2001 ini.

Sifat-sifat dan jejak keteladanannya benar-benar ditiru putra-putrinya. Tona, Kamala dan Jepta. Ketiga anaknya itu berhasil masuk ke perguruan tinggi melalui seleksi UMPTN. Kini, Tona sedang menyelesaikan tugas akhirnya di Fakultas Ilmu Planologi ITB. Sedangkan Kamala di Fakultas Arsitek UI. 

Sumber:

BeritaJakarta.com — Media Online Pemprov DKI Jakarta
Jl. Merdeka Selatan 8-9 Blok F Lt. 2 Jakarta Indonesia
Telp. +62 21 3822988, 3504076; Fax. 3504076

2 Responses

  1. Telah dipanggil pulang Bapa di Surga saudari terkasih Aurora F.R. Tambunan pada tanggal 26 Oktober 2011, pk. 10.25 waktu Singapore. Tuhan memberkati dan menguatkan keluarga Saut M.P. Hutauruk

  2. Aamiin .. beliau adalah pimpinan sy pertama kali sy bekerja di Bappeda DKI Jakarta … sungguh beliau org yg sangat2 baik dan ramah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: