Ny. Toga Hutauruk Mengadu,

Judul asli: Ny. Toga Hutauruk Mengadu, Mohon Perlindungan Hukum ke Poldasu *Ukurmuli Sebayang SH: Tanahnya Deserobot Paksa. Berita ini disadur dari hariansib.com tertanggal 9 Desember 2009.

Medan (SIB)
Ny Toga Hutauruk (62) beralamat di Pusat Pasar Medan mengadu dan mohon perlindungan hukum ke Kapoldasu, sehubungan dengan tindakan W Ch, warga kota Medan pada 2 Nopember 2009 lalu, yang diduga telah menyerobot tanah miliknya secara paksa seluas 6.600 M2 di Jl Binjai Kec Sunggal Deli Serdang secara tidak sah, dengan cara memagarinya dengan pagar seng.

“Pengaduan telah kita sampaikan 12 Nopember 2009 lalu dan memohon kepada Bapak Kapoldasu supaya tersangka pelaku penyerobotan tanah secara paksa itu ditangkap dan kasusnya diajukan ke pengadilan sesuai hukum yang berlaku.”
“Kita juga mohon perlindungan keamanan ke Kapoldasu karena penyerobotan tanah itu melibatkan oknum-oknum kelompok pemuda tertentu di Medan,” ungkap Ukurmuli Sebayang SH kepada wartawan di PN Medan, Senin (7/12) kemarin sembari memperlihatkan foto copy pengaduan tertulisnya.

Disebutkan, tanah ladang yang diperoleh secara ganti rugi dari Sahdin Ilyas itu telah dikuasai dan dimiliki Ny Toga Hutauruk terus menerus lebih kurang 36 tahun tanpa ada gangguan pihak manapun. Akan tetapi, pada 2 Nopember 2009 dibangun gubuk di atas tanah itu oleh orang yang mengaku bernama WCh lalu besoknya (3/ 11) dibangun pagar seng aspal dengan dikawal oknum oknum OKP.
Menurut Ukurmuli, tindakan menyerobot tanah itu gara premanisme dan jelas melanggar hukum karena tanpa ada dasar hukum yang jelas tentang kepemilikannya, kecuali hanya mengaku sebagai pemegang Hak Pakai yang sebenarnya sudah berakhir karena sudah menikmati Hak Pakainya.

“Sepengetahuan kami Hak Pakai No 34 dan 36 oleh ayahnya WCh yaitu TTP alias TTK sudah berakhir pada 31 Juli 1968 dan sejak itu tanah menjadi negara,” kata Ukurmuli berharap adanya tindak lanjut yang tegas atas pengaduannya sesuai program Presiden SBY memberantas mafia hukum atau mafia tanah. (M-2/m)

Mulak tu bona>>>

9 Responses

  1. Wah ini kasus yang sedang di hadapi mama sudah 1 tahun lebih, susah benar menghadapi mafia tanah yang sudah kong kalikong dengan aparat di Medan bahakan peradilan pun sudah dikuasai dengan uang uang si WCh, Sekarang mama berupaya mencari keadilan melalui Mahkamah Agung setelah kalah di Medan, mohon dukungannya berupa informasi yang diperlukan.

  2. Kami pernah dengar seorang pengacara kondang Hutauruk bernama Rufinus. Kami juga pernah dengar Hutauruk pejabat Kejaksaan Tinggi bernama Timbang. Coba cari tau dimana mereka dapat dihubungi setidaknya untuk minta advis, atau apasaja yang boleh memberikan jalan keluar pemikiran. Tami kami juga belum bisa pastikan apakah mereka memiliki keperdulian tentang kaitan ini?

  3. Trimakasih buat infonya, mama kenal dengan Timbang Hutauruk,tapi tidak tau dimana beliau di tugaskan

    • @Ellen Hutauruk
      Coba kunjungi Situs Hutauruk Jabodetabek di alamat http://dondaujunghutauruk.wordpress.com, kemudian cari di page Daftar Anggota dan telusuri di Daftar Anggota Rayon-704. Mungkin alamat dan nomor telepon dapat diakses.
      Semoga mendapat kepedulian kepada sesama Hutauruk. Silahkan coba

      • Trims ya atas kepeduliaanya, btw saya hutauruk 15c jadi saya panggi apa ya.

        Mohon dukungan doa saja, supaya ada keadilan di negeri ini melawan mafia mafia peradilan.
        Tuhan memberkati, Horas!

  4. Trimakasih buat infornya, saya hutauruk 15c , saya panggil apa ya?. untuk kasus ini saya mohon dukung doa saja, supaya ada keadilan buat rakyat biasa terhadap mafia mafia peradilan.

    Tuhan memberkati n horas!

    • Hukum, pada dasarnya adalah kebutuhan bagi setiap rakyat karena disitu ada keseimbangan hak dan kewajiban serta keadilan. Saat ini memang lebih banyak produk hukum yang dimanfaatkan sebagai alat kekuasaan, padahal aparat penegak hukum adalah abdi-rakyat yang artinya harus mengabdi kepada rakyat.

      Apa dan bagaimanapun hasilnya, hukum sebagai sebuah kebutuhan semestinya memang harus ditunjukkan. Perlu diperjuangkan dan bersabar.

      Maridup Hutauruk adalah dari generasi A-13, jadi layaknya Ellen memanggil ompung. HORAS/GBU

  5. Mauliate ya Opung, atas advisenya di negeri kita ini untuk mencari keadilan itu seperti dongeng saja, tapi kita percaya dengan pertolongan Tuhan, berharap masih ada orang orang yang duduk di jajaran hukum yang loyal pada keadilan, hukum yang berlaku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: